Candi Sadon

     Candi Sadon adalah Suatu candi yang terletak di Dusun Sadon, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Tepatnya ±40 m sebelah timur Dusun Pandak dengan Dusun Sadon (Jalan Raya Magetan-Panekan). Walaupun nama candi tersebut adalah candi sadon, namun masyarakat setempat lebih mengenalnya dengan nama Candi Reog. Karena di reruntuhan Candi Sadon terdapat Kalamakara yaitu sebuah arca raksasa yang wajahnya mirip dengan kepala harimau pada ‘dhadhakmerak’. Dhadhakmerak adalah topeng kepala harimau dengan hiasan bulu merak yang disusun rapi disekelilingnya. Topeng dhadhak merak yang berat keseluruhanya antara 30-40 kg biasanya digunakan oleh penari Singobarong dalam Kesenian Reog.

     Pada tahun 1969 yang dipelopori oleh Sdr.Sutaryono ketika saat itu menjabat sebagai Kepala Pembinaan Kebudayaan Kabupataen Magetan, diadakan kembali penataan kembali batu-batu reruntuhan Candi Sadon. Di antara reruntuhan peninggalan bersejarah tersebut terdapat arca Kalamakara, Arca Naga, Batu bertulis(inskripsi tidak jelas), Tantri(potongan cerita binatang), Umpak, Yoni, Antefik(bagian sudut candi), dan arca-arca kecil. Candi ini merupakan peninggalan kerajaan Majapahit. Tempat ini dinamakan Candi Sadon, karena terletak di Dusun Sadon, Desa Cepoko. Nama Sadon diambil dari kata SAD = Asad, DON = Padudon, menjadi ASADING PADUDON = yang artinya habisnya perselisihan atau peperangan. Pendapat lain, Sadon berasal dari kata SADU an, SADU berarti tentram, Jadi SADUAN artinya Tempat yang tentram. Inskripsi pada Candi Sadon, berbunyi: 1. A-PA PA-KA-LA, SA DA PA KRA-MA, BA DA SRI-PA SA-BA-DA-HA-LA. Ditinjau dari Paleografi inskripsi pada candi ini sama dengan inskripsi pada prasasti yang ditemukan di Desa Pledokan, Kediri, yaitu diperkirakan pada masa Kerajaan Kediri hurufnya berbentuk balok atau kuadrat. Dari keterangan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Candi Sadon merupakan peninggalan zaman Kerajaan Kahuripan Prabu Airlangga, yang mempunyai keterkaitan dengan Kerajaan Kediri.

     Di sebelah timur kompleks Candi Sadon, tepatnya di depan pemakaman desa setempat terdapat sebuah candi kecil bernama Candi Reca Sapi(Arca Sapi). Ukuran candi ini sangat kecil dibandingkan dengan kebanyakan candi yang terdapat di Jawa Timur. Candi yang diperkirakan merupakan candi Hindu tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1971 oleh Sudiro, penduduk setempat. Ketika ditemukan candi tersebut tertutup rumpun bambu. Candi Reca Sapi terdiri atas 5 arca, yaitu : Reca Kandang, Reca Pakan(tempat makanan sapi), Reca Omben(tempat minum sapi), Reca Capil(arca topi gembala sapi), Reca Cagak(tonggak tempat menambatkan tali pengikat sapi). Kelima arca tersebut diyakini sebagi perwujudan sapi dan perlengkapan menggembala milik Dadhung Awuk atau Maesadanu, tokoh penggembala dalam legenda setempat.Maka daerah Sadon dan sekitarnya banyak yang cocok memelihara sapi atau lembu.IMG-20170308-WA0005